Pendidikan Era Teknologi, Informasi dan Komunikasi

Pendidikan Era Teknologi, Informasi dan Komunikasi

loading...

Globalisasi berasal dari kata "global" yang mempunyai arti umum atau universal. Bahasa Inggrisnya globalisasi adalah globalization yang berasal dari kata globeyang artinya bumi atau dunia, dan ization yang mempunyai arti proses. Jadi kalau digabung globalization artinya adalah proses mendunia.


Pengertian globalisasi secara umum yaitu suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia yang tidak lagi mengenal batas-batas wilayah suatu negara.


Pengertian globalisasi menurut para ahli adalah sebgaai berikut :


1. Menurut Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan – Globalisasi adalah proses yang meliputi penyebab, kasus, dan konsekuensi dari integrasi transnasional dan transkultural kegiatan manusia dan non-manusia.


2. Sedangkan menurut Anthony Giddens – globalisasi sebagai ‘intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah yang jauh dalam sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi bermil-mil jauhnya dan sebaliknya’.


3. Dan menurut Malcom Waters – Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang.


4. Definisi globalisasi menurut Martin Albrow adalah globalisasi menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terinkorporasi ke dalam masyarakat dunia yang tunggal.


5. Era globalisasi menurut Mochtar Buchori ( 1995:140 ) adalah “ proses yang mendorong umat manusia untuk beranjak dari cara hidup dengan wawasan nasional menuju kearah cara hidupu dengan wawasan global”. Dalam wawasan ini dunia di pandang sebagai suatu sistem yang utuh, bukan hanya di tinjau dari letak geografis yang bernama negara atau bangsa. Situasi kehidupan yang bersifat global inilah, gejala dan masalah tertentu hanya dapat dipahami dan diselesaikan dengan baik jika masyarakat sebagai bagian dari negara atau bangsa mampu meletakkan kerangka yang bersifat global, bukan dalam kerangka lokal, nasional atau regional.


Jadi, globalisasi adalah adalah suatu proses menuju tatanan masyarakat yang mendunia yang menyangkut semua bidang kehidupan seperti ideologi, politik, sosial budaya, hankam, dan lain lain sehingga antar negara seolah-olah tidak mengenal batas wilayah lagi. Globalisasi terbentuk sebagai akibat adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi komunikasi internasional yang majunya sangat pesat atau cepat.



Ciri – Ciri Era Globalisasi


a. Menipisnya Batas-Batas Negara


Kemajuan teknologi membuat batas-batas negara semakin tipis. Keterbatasan ruang dan waktu dapat diatasi melalui kemajuan teknologi komunikasi. Dengan media seperti, telepon, handphone, dan internet kita dapat berkomunikasi dengan warga di negara lain tanpa bertatap muka langsung.


Kita dapat mengetahui perkembangan situasi dan kondisi terkini suatu negara melalui internet. Dengan demikian, kemajuan teknologi membuat batasbatas negara tidak lagi menjadi hambatan dalam berinteraksi.


b. Terjadinya Perdagangan Bebas


Arus globalisasi juga mempengaruhi perkembangan ekonomi di dunia. Saat ini kegiatan ekonomi dunia cenderung mengarah pada perdagangan bebas. Perdagangan ini terjadi karena tiap-tiap negara saling membutuhkan satu sama lain. Kebijakan perdagangan bebas pada era global muncul dengan disepakatinya General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) pada tahun 1947.


Kesepakatan GATT ditujukan untuk mengatur tarif dan menghilangkan hambatan perdagangan. Melalui GATT, masyarakat dunia mencoba membentuk hukum yang selaras demi berlangsungnya pasar bebas. Selain itu, di kawasan regional juga muncul kesepakatan perdagangan bebas dalam kawasan tertentu, seperti NAFTA (Amerika Utara), APEC (Asia Pasifik), dan AFTA (Asia Tenggara).


c. Meningkatnya Wawasan Masyarakat Dunia


Globalisasi memungkinkan seseorang melakukan hubungan dengan warga negara lain. Hubungan ini menimbulkan proses saling mempengaruhi satu sama lain. Hal ini mengakibatkan terbukanya pengetahuan dan wawasan mereka tentang masyarakat dunia. Mereka beralih dari pola pikir sektoral lokal menujupola pikir plural internasional. Artinya, seseorang atau negara melihat dirinya dalam ruang lingkup lebih luas.


d. Munculnya Liberalisme dalam Kehidupan Segala Bidang


Keadaan bebas tanpa batas pada era global menyebabkan munculnya paham liberalisme pada masyarakat dunia. Liberalisme dipahami sebagai proses pembebasan bagi sebagian besar orang untuk turut campur menentukan kegiatan ekonomi di negara lain.


Liberalisme berlaku dalam segala bidang kehidupan, seperti ekonomi, sosial, politik, budaya, maupun pertahanan dan keamanan. Tidak mengherankan, jika beberapa perusahaan asing didirikan di Indonesia. Sistem politik di Indonesia juga dipengaruhi paham liberal.


e. Runtuhnya Kedaulatan Nasional


Ketika suatu negara mengintegrasi diri dalam sistem global, negara tersebut harus terbuka terhadap ekonomi, politik, dan sosial masyarakat global. Negara-negara tersebut bersaing berdasarkan kemampuan dan keterampilan dalam persaingan global. Akhirnya, kedaulatan nasional ikut terpengaruh atas hubungan antarnegara. Hal ini menyebabkan kedaulatan nasional suatu negara runtuh.


f. Terjadinya Transformasi Budaya


Globalisasi mempermudah interaksi antarnegara. Interaksi tersebut membuat negara saling mengenal kebudayaan masing-masing. Hasilnya setiap negara mengintegrasi unsur-unsur kebudayaan yang dirasa menguntungkan sehinggamemunculkan kebudayaan baru. Dalam hal ini telah terjadi transformasi budaya yang memunculkan perubahan sikap, nilai, dan pola perilaku masyarakat.



Pengertian Teknologi, Informasi, dan Komunikasi


TIK adalah singkatan dari Teknologi Informasi Dan Komunikasi atau jika dalam bahasa Inggris ‘Information and Communication Technologies’, jika di singkat ‘ICT’ dapat di artikan sebagai payung besar terminologi yang mencakup semua peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan Informasi. Itulah secra singkat mengenai pengertian teknologi informasi dan komunikasi.


era teknologi informasi

Kata teknologi yaitu berasal dari bahasa Yunani “technologia”, atau “techne” yang memiliki arti “keahlian” dan juga “logia” yang artinya “pengetahuan”. Dalam pengertian yang sempit dapat di artikan teknologi adalah merupakan suatu yang mengacu pada objek benda yang digunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, misalnya seperti mesin, perkakas, perangkat keras, dan lain-lain. TIK mengandung pengertian luas yaitu segala atau semua kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan juga pemindahan informasi antar media yang satu ke media yang lainnya.


Di bawah ini beberapa pengertian TIK (Teknologi Informasi dan komunikasi) menurut par ahli:


1. Sedangkan menurut Eric Deeson ~ Teknologi informasi & Komunikasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil & memindahkan , mengolah & memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.


2. Menurut Menurut Susanto ~ Teknologi Informasi & Komunikasi adalah sebuah media / alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data / informasi maupun memberikan informasi  kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.


Jadi, Teknologi Informasi dan Komunikasi pada hakikatnya merupakan suatu kajian untuk mengefektifkan proses komunikasi dengan mempergunakan kemajuan teknologi. TIK mempunyai pengertian dua aspek, pertama yaitu Teknologi Informasi yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi dan yang kedua Teknologi Komunikasi yaitu segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke yang lainnya.



Pendidikan Berbasisi TIK


Dalam dunia pendidikan, TIK bertujuan agar siswa memahami alat TIK secara umum termasuk computer (computer literate) dan memahami informasi(information literate). Secara khusus, tujuan mempelajari TIK adalah:


a. Menjadikan TIK sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat.


b. Siswa dapat melaksanakan dan menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lebih percaya diri.


c. Mendukung aktivitas belajar, bekerja, maupun aktivitas lainnya


d. Proses pembelajaran lebih optimal, menarik, dan terampil dalam berkomunikasi, mengorganisasi, dan terbiasa bekerjasama.


e. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif, inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan TIK.


Beberapa contoh menggunakan TIK dalam pendidikan yaitu :


a. E – Learning


b. Kursus Online


c. Tutorial Online


d. Joint Research


e. Perpustakaan Elektronik


f. Computer Assisted Instruction (CAI)



Keunggulan dan Manfaat TIK


1. Keuntungan TIK Dalam Dunia Pendidikan
a. Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah di akses untuk kepentingan pendidikan.
b. Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan.
c. Kemajuan TIK juga akan memungkinkan berkembangnya kelas virtual atau kelas yang berbasis teleconference yang tidak mengharuskan sang pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
d. Sistem administrasi pada sebuah lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena penerapan sistem TIK.


2. Manfaat TIK bagi Guru sebagai berikut :


a. Memperluas background knowledge guru


b. Pembelajaran lebih dinamis dan fleksibel


c. Mengatasi keterbatasan bahan ajar/sumber belajar


d. Kontribusi dan pengayaan bahan ajar/sumber belajar


e. Implementasi Student Active Learning (SAL), CBSA, dan PAKEM



Kelemahan TIK dan Solusinya


1. Kelemahan TIK Dalam Pendidikan


TIK seiring dengan perkembangannya yang semakin meningkat, namun tetap saja memiliki kekurangan. Misalnya saja pada e-learning, e-learning dapat menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan, menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri, dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis, serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah.


Kemudian karena seringnya mengakses internet, di khawatirkan pelajar bukanya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses hal-hal yang tidak baik, seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. Hal lain misalnya kecanduan : asik berinternet ( biasanya menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya.kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata.


Kemudian dikenal pula Information overload, Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet, sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Hal-hal tersebut sangat menghambat berkembanganya pendidikan dalam TIK.


2. Penanggulangan atau solusinya


Agar penggunaan TIK dalam pendidikan lebih optimal dan dijalankan dengan baik dan benar, berikut beberapa metoda pemecahan masalah dalam menanggulangi dampak negative TIK dalam pendidikan:


1. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khusunya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis untung ruginya pemakaian.


2. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.


3. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.


4. Perlu ada kesadaran peran dan kerjasama antara seluruh pengguna lanyanan TIK.


5. Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.


6. Letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.


7. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya. Selebihnya, Kementrian juga bisa menyebarkan filter berupa program software untuk menekan dampak buruk teknologi informasi. Kedua, perlu adanya dukungan dari orangtua, tokoh budaya hingga kalangan agamawan, untuk mensosialisasikan tentang saran, manfaat dan sisi positif facebook.


Jadi, solusinya adalah kita jangan sampai mengatakan tidak pada teknologi (say no to technology) karena jika kita berbuat demikian, maka kita akan ketinggalan banyak informasi yang sekarang ini informasi-informasi tersebut paling banyak ada di internet. Kita harus mempertimbangkan kebutuhan kita terhadap teknologi, mempertimbangkan baik-buruknya teknologi tersebut dan tetap menggunakan etika, juga tidak lupa jangan terlalu berlebihan agar kita tidak kecanduan dengan teknologi.

Advertisement

Baca juga:

loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar