Pengakuan dan Pengukuran Unsur-Unsur Laporan Keuangan

loading...

Laporan keuangan adalah alat utama penyimpanan informasi keuangan suatu entitas kepada pihak luar. Informasi dalam laporan keuangan dapat dilengkapi catatan kaki, informasi tambahan, alat lain pelaporan keuangan. Berikut di bawah ini adalah pengakuan unsur laporan keuangan dan pengukuran unsur laporan keuangan.



Pengakuan Unsur-Unsur Laporan Keuangan


Pengakuan unsur laporan keuangan merupkan proses pembentukan pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria pengakuan dalam neraca laporan laba rugi. Pengakuan dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata-kata maupun dalam jumlah uang dan mencantumkannya ke dalam neraca laporan laba rugi.


Pos yang memenuhi kriteria tersebut di atas harus diakui dalam neraca laporan laba rugi. Pos yang memenuhi suatu unsur harus diakui jika ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau kedalam entitas syariah dan pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur secara handal (KDPPLKS).


Pengakuan unsur utama laporan keuangan berupa pengakuan aset, kewajiban, dana syirka temporer, penghasilan dan beban.


1. Pengakuan Aset


Aset diakui dalam neraca jika besar kemungkinan bahwa manfaat ekonomi dimasa depan diperoleh entitas syariah dan aset tersebut memiliki nilai atau biaya yang dapat diukur dengan handal.


2. Pengakuan Kewajiban


Kewajiban diakui dalam neraca jika besarkemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarangdan jumlah yang harus diselaikan dapat diukur secara andal.


3. Pengakuan Dana Syirkah Temporer


Pengakuan dana syirakah temporer dalam neraca hanya dilakukan jika entitas syariah memilki kewajiban untuk mengembalikan dana yang diterima melalui pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur secara handal.


4. Pengukuran Penghasilan


Pengukuran penghasilan diakui dalam laporan laba rugi jika kenaikan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aset atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur.


5. Pengakuan Beban


Beban diakui dalam laporan laba rugi jika penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aset atau peningkatan kewajiban telah terjadi dan dapat diakui andal.



Pengukuran Unsur-Unsur Laporan Keuangan


Pengukuran yaitu proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dana memasukkan setiap unsur laporan keuangan dalam neraca laporan laba rugi. Proses ini menyangkut pemilihan dasar pengukuran tertentu dari tiga alternatif, yaitu: biaya hitoris, biaya kini, dan nilai realitas.


Dasar pengukuran yang umum digunakan entitas syariah dalam penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, dasar ini dikombinasikan dengan dasar pengukuran yang lain seperti pada penilaian persediaan yang dinyatakan sebesar nilai terendah dari biaya historis atau nilai realisasi bersih, sedangkan akuntansi dana pensiun menilai aset tertentu berdasarkan nilai wajar. Untuk memenuhi kriteria relevansi suatu informasi, entitas syariah dapat merevaluasi nilai aset, kewajiban dan dana syirkah temporer secara periodik dengan syarat harus terjamin keandalannya.



Catatan Atas Laporan Keuangan


Catatan atas laporan keuangan suatu entitas syariah harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:




  • Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang pentng.

  • Informasi yang diwajibkan dalam PSAK, tetapi tidak disajika dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan sumber, dan penggunaan dana zakat dan laporan penggunaan dan kebajikan.

  • Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secra wajar.


Dalam rangka membantu penggunaan laporan keuangan dan membandingkannya dengan laporan keuangan entitas syariah lain, catatan atas laporan keuangan umumnya disajikan dengan urutan sebagai berikut:




  • Pengungkapan mengenai dasar pengukuran dan kebijakan akuntansi yang diterapkan.

  • Informasi pendukung pos-pos laporan keuangan sesuai urutan sebagaimana pos-pos tersebut disajikan dalam lapoan keuangan dan urutan penyajian komponen laporan keuangan.

  • Pengungkapan lain termasuk kontijensi, komit\men,dan pengungkapan keuangan lainnya serta pengungkapan yang bersifat non keuangan.

Advertisement

Baca juga:

loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar