Jenis atau Genre Tari

Jenis atau Genre Tari

loading...

Jenis atau Genre Tari - Seni tari merupakan cabang kesenian yang tidak dapat dipisahkan didalam kehidupan manusia. Dalam kelompok masyarakat tertentu tari merupakan bagian terpenting sebagai bagian upacara keagamaan atau upacara adat. Seperti di Bali seni tari merupakan bagian terpenting didalam setiap upacara keagamaan. Dan melalui tari seseorang dapat mengungkapkan perasaan, emosi dan gagasan pikirannya yang diungkapkan melalui gerak.


Gerak tari memiliki bentuk yang beraneka ragam. Setiap tarian memiliki ciri khas atau keunikan geraknya masing-masing. Sehingga gerak tari tidak hanya terpaku pada gerak tari baku melainkan gerak tari dapat dikembangkan menjadi gerak tari kreasi. Gerak dapat diperoleh melalui eksplorasi atau penjelajahan. Eksplorasi gerak dillakukan dengan cara proses berpikir, berimajinasi, merasakan dan merespon suatu objek yang diperoleh melalui panca indera. Objek ini bentuknya bisa berupa benda, alam, suara dan rasa.


Tari Betawi dikelompokkan menjadi dua jenis tari yaitu bentuk tari Topeng dan tari Cokek. Ragam gerak dasar pada tari Betawi terdiri dari Gibang, selancar, rapat nindak, kewer, pakblang, goyang plastik dan gonjingan. Dari ragam gerak dasar tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi gerak yang lebih ritmis dengan ruang gerak yang lebih luas.


Tari merupakan bagian dari kehidupan masyakat Bali, hampir semua rutinitas upacara keagaman maupun upacara adat didalamnya terdapat unsur tari. Ragam gerak dasar tari bali terdiri dari ngumbang, agem, angsel, piles dan ngeseh. Gerakkan tari bali yang sangat dimanis dengan ciri khas geraknya ditambah dengan gerakan mata (nyeledet).



Ragam gerak dasar pada tari dayak yang berasal dari Kalimantan memiliki gerak terbang, duduk, memutar gong dan merendah. Dengan properti tari di pegang ditangan dan terbuat dari bulu-bulu ekor burung Enggang. Seorang penari yang menari di atas Gendang menjadi ciri khas dari tari Pa’gellu dari Toraja (Sulawesi Selatan). Ragam gerak dasar tari Pa’gellu dari yaitu gerak Pa’gellu, Pa’tabe, Pa’gellu Tua, Pang’rapa Pentalun, Panggirik Tangtaru, Pa’tutu. Tari pa’gellu di pertunjukkan di setiap upacara/ritual syukuran atau “Rambu Tuka” dikalangan suku Toraja dengan diiringi intrumen gendang. Setiap gerakan-gerakannya dalam pa’gellu adalah simbol keseharian masyarakat Toraja yang memiliki nilai filosofi yang dianut dalam aturan dan adat leluhur mereka.


Gerak pada tarian daerah Jawa biasanya tertuju pada gerak yang bertumbuh dan berkembang di keraton atau istana. Gerak – gerak yang berkembang di keraton memiliki aturan-aturan tersendiri dalam melakukannya. Setiap gerak memiliki makna dan filosofi tersendiri. Gerak dasar pada tari Jawa terdapat srisig, sabetan, hoyog, lumaksana, kengser, seblak sampur, ulap-ulap. Geraknya yang lembut menjadi ciri khas gerak tari Jawa. Tari Jaipong dari Jawa Barat yang berkembang dikalangan masyarakat atau rakyat memiliki gerak dasar yaitu adeg-adeg, cindek, tumpang tali, keupat tumpang siku, incid diding. Gerak yang baku dan dikembangkan menjadi gerak kreasi baru diperoleh dari hasil eksplorasi gerak yang dilakukan oleh penari dengan rangsangan imajinasi dan terjadilah respon gerak yang spontan lalu diolah menjadi gerak yang indah.



Fungsi Tari


Berdasarkan fungsinya tari-tarian di Indonesia dapat dibagi menjadi 3 yaitu:




  1. tari sebagai sarana upacara,

  2. tari sebagai sarana hiburan,

  3. tari sebagai sarana pertunjukan atau tontonan dan tari sebagai media pendidikan.


Simbol dalam Tari


Gerak dalam tari mengandung tenaga atau energi yang dikeluarkan dan mencakup ruang dan waktu. Gerak merupakan aktivitas yang dilakukan manusia didalam kehidupan. Artinya manusia dalam mengungkapan segala perasaan marah, kecewa, takut, senang, akan nampak pada perubahan-perubahan yang ditimbulkan melalui gerakan anggota tubuh. Gerak berasal dari pengolahan hasil dari perubahan dan akan melahirkan dua jenis gerak yaitu gerak murni dan gerak maknawi yang dirangkai menjadi sebuah tarian. Tari merupakan ekspresi jiwa, oleh karena itu didalam tari mengandung maksud-maksud tertentu. Dari maksud yang jelas dan dapat dirasakan oleh manusia. Maksud atau simbol gerak yang dapat dimengerti atau abstrak yang sukar untuk dapat dimengerti tetapi masih tetap dapat dirasakan keindahannya.



Nilai Estetis dalam Gerak Tari


Nilai estetis pada gerak tari merupakan kemampuan dari gerak tersebut untuk menimbulkan suatu pengalaman estetis. Pengalaman estetika dari seorang penari dalam melakukan gerak harus dilihat pula dalam kualiatas gerak yang dilakukannya. Setiap gerak tarian pasti memiliki nilai estetis tersendiri yang dapat diuraikan dan dijelaskan secara cermat. Jadi apa itu estetis? Hal yang perlu dipahami dalam mengamati karya tari adalah adanya faktor subjektif dan objektif. Benda itu sangat estetis karena adanya sifat yang melekat pada benda dan tidak terkait dengan orang yang mengamati. Selain itu juga dikatakan bahwa munculnya estetis itu karena adanya tanggapan perasaan dari pengamat. Jadi, estetis itu ada karena proses hubungan antara benda (karya tari) dan alam pikiran orang yang mengamati. Masing-masing gerak setiap daerah memiliki keunikannya tersendiri yang tidak bisa terlepas dari pengaruh kebudayaan yang ada pada daerah itu sendiri. Genre dalam suatu daerah juga memiliki pengaruh besar dalam menilai nilai estetis suatu gerak tari. Jenis tari berdasarkan penyajiannya terbagi menjadi dua yaitu tari tradisional dan kreasi baru. Tari tradisional terbagi lagi menjadi tiga yaitu tari primitif, tari rakyat dan tari klasik.



Praktik Gerak Dasar Tari Sesuai Hitungan


Melakukan gerak tari dengan menggunakan hitungan akan lebih mengetahui bagaimana teknik dan proses dalam melakukannya. Dalam prosesnya melakukan gerak tari dapat dilakukan dengan perorangan, berpasangan atau berkelompok. Melakukan gerak pada tari terdiri dari gerak kepala, gerak tangan, gerak badan dan gerak kaki.


Gerakan badan pada tari, diantaranya sebagai berikut.




  1. Hoyog,  yaitu gerakan badan dicondongkan ke samping kanan atau kiri.

  2. Engkyek, yaitu gerakan badan dicondongkan ke kiri atau ke kanan, dengan sikap tangan lurus ke samping. Polatan, yaitu gerakan arah pandangan.

  3. Oklak, yaitu menggerakkan pundak ke depan dan belakang.

  4. Entrag, yaitu menghentakkan badan kenbawah berkali-kali, seolah-olah badan mengeper.


Gerak kepala dalam tari jawa yaitu;




  1. pacak gulu,

  2. gebesan,

  3. gileg,

  4. gelieur,

  5. anggukan dan

  6. gelengan kepala tengok kanan dan kiri.


Gerakan kaki




  1. Debeg, yaitu menghentakkan ujung telapak kaki.

  2. Kengser, yaitu bergerak ke kiri atau ke kanan dengan menggerakkan kedua telapak kaki.

  3. Srisig, yaitu lari kecil dengan berjinjit.

  4. Trecet, yaitu telapak kaki jinjit bergerak ke kiri dan ke kanan.

  5. Tunjak tancep, yaitu sikap berdiri diam.


Gerakan tangan




  1. Malangkerik, yaitu gerakan posisi tangan berkacak pinggang.

  2. Menthang, yaitu gerakan meluruskan tangan ke samping.

  3. Nggrodha, yaitu gerakan siku di tekuk.

  4. Panggel, yaitu mengadu pangkal pergelangan tangan.


Itulah pembahasan jenis atau genre tari yang bisa tim Ipapedia bagikan. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih telah mengunjungi blog ini.
Advertisement

Baca juga:

loading...
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar